Showing posts with label #4 Kuliner. Show all posts
Showing posts with label #4 Kuliner. Show all posts

Soto Banjar

Kalo ke Banjarmasin rasanya gak lengkap kalo gak makan Soto Banjar. Iya. Soto khas Banjarmasin. Kalo di Makassar ada Coto Makassar, di Banjarmasin ada Soto Banjar.

Soto Banjar itu rasanya gurih-gurih asin. Rasanya itu didapat dari adas, kaskas, kapulaga, bunga sisir, daun ganti, merica, kayu manis dan kenari. Itu semua merupakan bumbu Soto Banjar. Bumbunya dapat dimana? Dari mamaku ehehe. Soto Banjar terdiri dari kuah Soto dan lontong. Tapi lontong bisa diganti pakai nasi kok, namanya berubah tapi. Jadi nasi sop.

image
Soto Banjar

Di dalam Soto Banjar itu ada perkedel kentang, bawang goreng, jeruk purut, soun (bihun), ayam kampung rebus yang disuwir, telur dan kentang rebus. Banyak kan ya? Waktu yang paling pas buat makan Soto Banjar ini pas makan siang atau malam. Kalau untuk santapan pagi kurang cocok. Oh iya! Kalau suka pake kecap, disarankan pakai kecap tulis. Kecap tulis itu cuma ada di Banjarmasin loh. Kecap tulis itu kecap besar botol kaca yang ada tulisan cap tulis. Akunya kemaren lupa foto. Yang jelas ada di setiap warung di Banjarmasin. Rasanya lebih enak dibandingkan pakai kecap bango atau ABC. Lebih Banjarmasin, halah.

Ssstt, Tenang Saja Ini Halal!

Dear bosse @kotakubercerita dan tukang pos kesayangan @gembrit. Kuliner Bali? Pasti kebanyakan orang mendefinisikan olahan masakan Bali selalu terdapat campuran daging babi di dalamnya. Padahal masakan Bali tidak selalu identik dengan daging babi. Banyak juga olahan masakan Bali yang dibuat dari daging ayam, sapi, serta ikan. Kebanyakan teman-teman pendatang ke tanah Bali yang tidak mengkonsumsi babi, selalu meminta pertolongan saya dalam memilih macam-macam masakan selama mereka singgah di Pulau Bali. Bayangan mereka sangat sulit mencari makanan yang halal di tanah Bali. Namun sebenarnya, mencari makanan-makanan halal di Bali sangatlah mudah. Percuma jika datang ke Bali tidak mencicipi makanan khasnya? Namun takut jika di dalamnya mengandung olahan babi? Saya merekomendasikan untuk datang ke Warung Pojok yang terdapat di Jalan Kartini No. 22 Denpasar. Warung ini menyediakan makanan khas Bali namun jauh dari olahan babi. Masakan yang disediakan terdiri dari olahan daging ayam, sapi, serta sayuran. Rasa pedas yang juga menjadi ciri khas Bali sangat terasa pada olahan masakannya. Harganya pun cukup terjangkau, satu porsi nasi campur memiliki harga sebesar Rp. 15.000,- saja. Satu porsi nasi campur di Warung Pojok ini terdiri dari nasi putih, ayam suwir, ayam goreng, ayam betutu, telur rebus, plecing kacang panjang, sate sapi, sambal yang pedas serta semangkuk sayur sop. Mungkin, kalian bertanya-tanya mengapa ada semangkuk sayur sop pada olahan masakan khas Bali? Sayur sop ini berfungsi untuk menetralkan rasa pedas bagi orang-orang yang kurang kuat menahan rasa pedas dari makanan. Jadi sekarang siapa saja bisa mencicipi masakan khas Bali tanpa rasa takut akan olahan babi didalamnya. Berminat? Datanglah di luar jam istirahat kerja jika tidak ingin mengantri lama untuk mencicpinya. Selamat berlibur dan selamat makan! Denpasar, 12 September 2015 #Day4 #30HariKotaKuBercerita
A photo posted by Ni Putu Shintia Saraswati Dewi (@shintiaaadewi) on 5:37pm PDT

oleh @shintiaaadewi
diambil dari  https://instagram.com/p/7gr0b9F_Wu/


Bakso Gress: Asik Nge-Bakso di Jogja

pic form here

Sepanjang perjalanan hidup saya (#ceileh), saya pernah mendengar statement yang sangat pede tentang kuliner di beberapa kota. Misalnya: di Malang, ga ada bakso yang ga enak. Di Bandung, ga ada batagor yang ga enak. Bahkan batagor akang-akang yang jualan pakai rombong keliling. Percaya ga percaya, mungkin demikian juga di Jogja. Ga ada gudeg yang ga enak. Dari mulai rumah makan yang bertebaran di sepanjang jalan Wijilan, atau warung-warung kecil yang berjarak selemparan batu dari rumah; semuanya pandai meramu resep gudegnya masing-masing.

Jajanan Lezat dan Sehat Ala Healthy Beans

Hmmmm, kalo ditanya kuliner khas Depok apaan, gue agak bingung mau merekomendasikan apa. Karena menurut gue gak ada yang sangat otentik yang bisa dibanggakan. Well, ada sih, beberapa makanan olahan belimbing, tapi susah banget nyarinya. Dulu waktu masih dijual di Sentra Oleh-oleh Kota Depok mungkin enak nyarinya. Tapi, karena udah tutup agak susah sih nyarinya.
Nah, gue juga sebenernya sempet nulis tentang kuliner yang menurut gue patut dicoba kalo lo main ke Depok. Tulisan gue tentang beberapa kuliner tersebut bisa dibaca di sini.


Depok juga punya Dodol

“Depok punya makanan khas ?”

“Ada dong”

“Eh, serius ada? Apaan ? Belimbing ? 

“Bukan, itu mah buah khasnya”

“Terus apa ?”

“Uhm …” Farrel tampak berpikir sebentar, tersenyum sekilas dan beranjak dari tempatnya duduknya.Aku melihatnya berjalan kearah dapur, terdengar suara suara piring berdenting. Tidak lama kemudian dia datang dengan membawa sebuah piring yang tertutup. 

“taraaaa…” katanya sumingrah sambil membuka penutup piringnya. 
Aku melihat dipiring itu terdapat makanan berwarna hitam pekat yang dipotong berbentuk lingkaran. 

image

Tebing Tinggi, Kota Lemang


Banyak hal yang tetap lekat dalam ingatan saat kita mengunjungi suatu tempat, salah satunya adalah makanan. Cerita ini pun kubagikan kepadamu Kawan, karena disini di Tebing Tinggi, Kau tidak bisa meninggalkannya tanpa merasakan nikmatnya makanan khas kota ini, lemang. 

Lemang merupakan penganan khas Tebing Tinggi sekaligus kebanggan warga kota ini. Lemang telah menjadi ikon Kota ini sejak lama, hingga Tebing Tinggi juga mendapat julukan sebagai Kota Lemang. Lemang adalah makanan yang terbuat dari beras ketan yang dimasak dalam seruas bambu, yang sebelumnya telah digulung dan dilapisi dengan selembar daun pisang. Gulungan daun pisang yang telah berisi tepung beras bercampur santan kelapa ini kemudian dimasukkan ke dalam seruas bambu lalu dibakar sampai matang di atas tungku

Ragit

A photo posted by ricky arbiansyah (@rickyciki) on


oleh @rickyciki
diambil dari  https://instagram.com/p/7hi6d8RVpF/

Bubur Tumpang Lethok

Bubur Tumpang Lethok Ini adalah menu sarapan khas Klaten. Di setiap desa bahkan dusun di Klaten pasti ada yang menjual makanan ini. Dan peminatnya tak pernah surut. Sepincuk makanan yang terdiri dari bubur beras, sambel tumpang lethok (sayur tempe busuk pedas), dan tahu, bisa ditambah gudangan (sayuran rebus yg diurap dengan kelapa dan bumbu, lalu ditambah bubuk kacang kedelai), cuma dihargai seribu rupiah. Iya SERIBU RUPIAH Aku selalu membayangkan, berapa yang didapat penjual yg rata2 simbah-simbah ini dengan seribu rupiah sepincuk. Yang jelas mereka masih bertahan hingga saat ini. Jika ke Klaten, coba sempatkan sarapan di salah satu warung gudangan lethok sederhana sepanjang jalan yg kau lewati. Mungkin seribu atau duaribu rupiah yg terselip dan terlupakan di tasmu bisa sangat berarti bagi simbah-simbah luar biasa itu. #30HariKotakuBercerita #Klaten Cc : @kotakubercerita @gembrit
A photo posted by Ayu Sita Wahyuning Wulan (@princesshitta) on

oleh @princesshitta
diambil dari  https://instagram.com/p/7hxhneLbof/

CILOK, PANGGUPAY RASA URANG BANDUNG

Menyusul predikat sebagai Kota Kembang, Kota Pendidikan, Kota Fashion, belakangan Bandung disebut-sebut juga sebagai Kota Kuliner karena saking banyaknya tempat makan baru bermunculan di Bandung. Kreativitas orang Bandung memang tidak dapat diragukan, termasuk di industri kuliner. Saya sendiri bingung dengan munculnya banyak tempat makan baru sekaligus menu-menunya yang unik. Bingung karena rasanya ingin mencoba semua.

Kota Bandung juga cukup sering menggelar festival makanan, tempat di mana warga Bandung bisa mencicipi beragam produk makanan terbaru unggulan para penggiat usaha kuliner. Contohnya Festival Keuken dan yang tahun lalu digagas oleh Walikota Bandung Ridwan Kamil : Bandung Culinary Night. Culinary Night digelar di setiap kecamatan di Bandung di malam minggu, paling tidak 2 minggu sekali. Pada saat Culinary Night, setiap kecamatan ini diubah menjadi semacam food district. Dari pertama kali diadakan sampai sekarang, event ini cukup berhasil menjadi daya tarik wisata baru di Bandung.karena menghadirkan suasana baru menghabiskan waktu bermalam minggu. Setiap digelar, Culinary Night ini selalu dipadati oleh warga Bandung. Tujuan Ridwan Kamil untuk meningkatkan index of happiness warganya pun tampaknya berhasil.

Tiga tempat B2 nikmat di Jogja

Himbauan: Tempat makan yang akan saya ceritakan dibawah ini adalah tempat makan yang menyedian masakan B2 (babi). Jadi untuk kawan-kawan yang beragama muslim, saya mengucapkan mohon maaf lahir dan batin :)

image
Bima Kroda

Seperti judulnya, saya akan menceritakan kuliner khusus yang menyediakan B2. Di jogja, tempat makan yang menyedian B2 tidak sedikit. Tapi untuk yang ternikmat, saya rekomendasikan tiga tempat yang dapat mengakibatkan ketagihan, lupa jika sedang diet, dan lupa jika sedang hemat.

SAMARINDA! MAKAN DI MANA YA?

Kuliner Samarinda sebenarnya banyak yang terkenal, apalagi tempat-tempat makannya. Jadi disini saya akan membahas tempat-tempat kuliner yang hits di Samarinda. Ada beberapa tempat yang bisa dijadikan refrensi ketika berkunjung ke Samarinda yang pertama:

Tepian Tongkrongan Asik

Ini adalah wisata kuliner yang paling ramai dikunjungi di Kota Samarinda, ada tahu tek, soto kikil, mie ayam, bakso, sampai kerak telur ada di sini. Jajanan seperti pentol, ketang lilit, jagung, kacang juga ada di sini. Pokoknya ini adalah surga buat orang-orang yang suka ngemil atau jajan waktu pulang kerja.

pic by hujanteduh.blogspot.com
pic by hujanteduh.blogspot.com

Legitnya Jadah Tempe “Mbah Carik”

Nama penganan  tradisional ini cukup sederhana dan mudah diingat: jadah tempe. Ya, inilah salah satu penganan khas dari Sleman. Meski demikian, tak di sembarang tempat kita bisa menikmati penganan ini.  Untuk mencicipinya, kita harus menuju ke utara, ke arah Merapi.

Seperti apa penampakan jadah tempe?

Ini dia!

jadah tempe2
jadah tempe2

Terdiri dari dua penganan, jadah (uli atau ada juga yang menyebut gemblong) dan tempe bacem. Jadah dibuat dari beras ketan yang ditanak, ditambah dengan campuran kelapa parut, kemudian dijojoh (baca: ditumbuk pelan-pelan) hingga tekstur nasi ketannya lembut dan memadat. Setelah itu proses dilanjutkan dengan mengukusnya selama sekira 2 jam. Sementara, tempe bacem dibuat dari tempe, direbus dengan air gula merah dan kecap manis beserta bumbu bacem selama beberapa jam. Cara pengolahan inilah yang membuat tekstur tempe menjadi legit.

Dari yang Ringan di Kantong, dan Segala Macamnya

Jogjakarta dan segala macam keberagamannya, pasti bukanlah hal yang susah untuk mencicipi berbagai macam kuliner. Dari makanan yang sederhana nan romantis di pinggir jalan sampai ke restoran. Masakan di Jogja sendiri banyak yang mengatakan jika berciri khas dengan rasa manis-manisnya. Namun banyak juga dijumpai masakan dengan berbagai macam cita rasa.

Abhayagiri Restaurant (pict: tripadvisor.co.id)

Dimulai dari tempat dengan pemandangan yang indah sehingga menciptakan suasana yang romantis di salah satu sudut timur Yogyakarta, yaitu Abhayagiri restoran. Abhayagiri terletak di bukit candi ratu boko, tak jauh dari kompleks Candi Prambanan. Pada dasarnya menu yang ditawaran di Abhayagini hampir sama seperi di restoran pada umumnya, yang membedakan adalah suasanya yang sejuk dan nyaman, sehingga menciptakan ketenangan.

Kuliner Pusaka Ternate

Tiba juga saatnya berbicara tentang makanan. Tema paling ‘menakutkan’ di antara sepuluh tema lainnya yang ada di 30 Hari Kotaku Bercerita. Bukan karena di kota saya tidak tersedia makanan yang menggoda selera, akan tetapi menulis tentang kuliner bisa membuat perut saya ikut-ikutan meronta minta diisi. 

Pada kesempatan kali ini saya cukup memperkenalkan dua jenis makanan khas Ternate yang jika berkunjung ke sini wajib hukumnya untuk dicicipi. Yang pertama kami menyebutnya Makanan Kobong dan yang kedua Makanan Adat. Entah sejak kapan kami mulai menggunakan istilah makanan kobong. Mungkin dulunya jenis makanan ini sering dibawa saat berkebun atau makanan hasil kebun penduduk Ternate. Makanan kobong menjadi makanan yang paling digemari di kota kami. Sudah menjadi kebiasaan di sini, setiap hari Jum'at hampir setiap rumah penduduk disiapkan makanan kobong sebagai hidangan makan siang. Bagi kami, hari Jumat adalah hari yang istimewa sehingga makanan yang disiapkan di tiap rumahpun harus yang istimewa salah satunya makanan kobong. Namun anda tidak perlu khawatir jika hanya punya kesempatan berada di Ternate selain pada hari Jum'at karena saat ini, makanan kobong sudah tersedia di banyak rumah makan dan bisa didapatkan setiap hari. 

Beberapa rumah makan sederhana yang berjejer sepanjang pasar Gamalama (salah satu pasar tradisional di Ternate) menyediakan makanan kobong sebagai menu andalannya. Di sini, kita bisa menikmati makanan kobong sambil memandang ke arah laut lepas dan pulau Halmahera. Harganya lumayan murah, cukup dengan 25 sampai 50 ribu rupiah kita bisa makan sepuasnya. 


Lupakan Diet Jika Kalian ke Kotaku…

Mungkin salah satu faktor mengapa susah untuk meninggalkan Makassar dan pindah ke kota lainnya tidak lain karna kulinernya. Kalau disuruh untuk memilih makanan apa yang paling khas di Makassar, saya tidak bisa memilihnya.mengapa? Karena semua makanan di kota ini unik, enak, dan dijamin kalian akan ketagihan. Jadi kalau kalian sedang diet dan berencana liburan ke kotaku ini maka jauhkanlah niat diet kalian karena di sini lidah kalian benar-benar akan dimanjakan dengan berbagai macam makanan (berat badan bertambah bukan kesalahan dari kami).

Coto Makassar

image
Coto Makassar atau coto mangkasara adalah salah satu makanan tradisional Makassar berupa soto.makanan ini terdiri dari daging dan jeroan sapi yang telah direbus lalu diiris-iris dan dibumbui dengan bumbu racikan yang terdiri dari ketumbar sangrai, jintan, merica, lengkuas, bawang putih, serai, bawang putih, kaang tanah, air jeruk nipis, dan penyedap rasa. Ciri khas coto Makassar yang membedakannya dengan soto pada umumnya adalah digunakannya kacang tanah sangrai sebagai salah satu bumbu halus. Coto Makassar biasanya dihidangkan dengan ketupat.

Bakso Sony

Akhirnya... sampailah kita di postingan yang bikin perut bernyanyi keroncongan, karena kali ini kita akan membahas... kuliner di kota kesayangan. Namun jujur saja di postingan kali ini membuat saya putar otak. Kuliner apa yaa yang khas dari Bandar Lampung? Ada satu kuliner khas, itupun khas masyarakat Lampung yang biasanya disajikan saat berkumpul bersama keluarga, tidak ada di tempat makan (tenang.. akan diceritakan di postingan tema selanjutnya). Kalau mau bercerita pempek, model, tekwan dan sejenisnya memang serumpun dari Palembang. Terus cerita apaan?! *garuk-garuk wajan* Ahaa, kemudian saya ingat satu tempat yang hukumnya wajib didatangi oleh saudara dari luar kota, sekalipun saya suka bosan dan geleng-geleng kalau diajak ke sana, tapi gak tega juga untuk nolak dan akhirnya ikutan ke... bakso Sony Bandar Lampung.

Namanya sebenarnya agak panjang,
tapi biasa disebut dengan bakso Sony

Makan sana, Makan sini

Jika kita berada di suatu tempat, maka tujuan utama yang harus didatangi adalah tempat kulinernya. Ya, kuliner yang biasanya menjadi makanan khas kota tersebut. Di kota saya ada sebuah jalan yang bernama jalan Rivai. Biasanya kalau malam kamis (masih jadi ciri khas untuk malamnya muda/mudi)  dan malam minggu tiba anak – anak kisaran sering menghabiskan malam mereka di tempat tersebut. Berada di samping Kantor Pegadaian, di jalan tersebut disebut surganya makanan karena banyak sekali para penjual yang membuka dagangan di sepanjang jalan tersebut. Kalau anak muda Kisaran sering sekali berkumpul bersama teman mereka untuk minum TST ditemani musik – musik yang bisa kita dengar jika kita pun hanya melintasinya. TST itu tak lain singkatan dari Teh Susu Telur yang berada tepat di pinggir jalan utama, yaitun Jalan HOS Cokroaminoto atau pintu masuk jalan Rivai. Dan jika kita terus memasuki area dalam maka kita akan menemukan penjual kerang rebus yang padat sekali. Apalagi kalau menikmatinya di tengah cuaca yang dingin, wahhhhh sensasinya pasti luar biasa. Ada lagi salah satu tempat TST tepatnya di Jalan Syech Hasan yang dikenal dengan nama “TST Bang Fendi”, setiap kali melintasinya banyak sekali pemuda – pemuda kisaran yang nongkrong dan menikmati TST sembari berbincang asik dengan teman – teman mereka. Banyak yang bilang TST di tempat itu juga tak kalah enak loh genks. Mau coba????


Mati Kekenyangan Di Pekanbaru


Sebagai ibukota dari salah satu provinsi terkaya di Indonesia jelas saja memberikan kota Pekanbaru sebuah nilai plus terkait  salah satu kota yang akan dikunjungi jika berlibur. Salah satu hal yang menarik di kota ini yaitu kulinernya. Meski kota ini terbilang sulit mencari makanan khas melayu daripada masakan Padang yang hampir tiap tempat kalian temukan di kota ini. Tapi jika ditanya makanan khas nya kota Pekanbaru yang enak pastilah enggak jauh-jauh dari yang namanya masakan ikan Selais, Patin dan Baung. Nah, saya akan merekomendasikan salah satu tempat makan masakan melayu yang enak dan sudah terkenal di Pekanbaru, yaitu Rumah Makan Pondok Gurih.

Janda Ngehits di Bekasi

“Janda Centil siang-siang seger nih kayaknya.”

“Yuk, gue juga pengen Janda Heboh nih.”

Eits eits eits jangan mikir macem-macem dulu ya sama cuplikan dialog diatas. Janda yang ini bukan dalam arti sebenarnya namun hanyalah sebuah singkatan dari jawa sunda. Nama yang sengaja dipakai oleh pemiliknya, Bu Darmi, untuk menarik orang berkunjung menyicipi hidangan khas rumah makannya. Warung Sop Janda didirikan sejak tahun 1997 terletak di Cikarang Cibitung kawasan industri MM2100. Tak sulit mencari Warung ini karena ketika sudah sampai Cikarang, saentro penduduk langsung tahu dimana keberadaannya. Kini Warung Sop Janda sudah memiliki beberapa cabang diantaranya Bekasi, Jakarta, Karawang hingga Purwakarta.

Sop Janda Bekasi. Photo From: http://www.ayobekasi.com/

Kelezatan Gultik yang Menggelitik

Berkunjung ke suatu kota, kurang lengkap rasanya tanpa mencoba kuliner khasnya. Nah, di Jakarta banyak sekali rekomendasi kuliner yang patut dicoba. Sebut saja Soto Betawi, Ketoprak, Kerak Telor, Nasi Uduk, Soto Tangkar, dan Laksa Betawi. Hidangan tersebut mudah ditemui di Jakarta baik di mal, restoran, warung, hingga pedagang kaki lima. Rasanya pun dijamin mak nyuuussss!!!

Sepiring gultik yang menggelitik/ photo by Zomato

Namun kali ini, saya tidak akan bercerita mengenai hidangan yang sudah tersohor tersebut. Saya ingin bercerita tentang kuliner di Jakarta yang unik, otentik, sekaligus menggelitik. Namanya gultik. Beberapa orang menyebutnya Gulai Sitik (sedikit). Alasannya  karena gultik disajikan hanya setengah porsi piring kecil. Kira-kira lima sampai tujuh suap pasti sudah habis.

PosCinta. Powered by Blogger.