Showing posts with label Leeds. Show all posts
Showing posts with label Leeds. Show all posts

Kirkgate Market: Tempat Penuh Sapaan Cinta

Hai, tulisan ke tiga mengenai Leeds. Sesuai titah Pak Bosse, temanya tentang PASAR! hore

Sebagaimana saya pernah sampaikan pada tulisan terdahulu, Leeds bagi saya adalah surga belanja karena harga – harga (termasuk harga bahan makanan pokok) sangat murah di Leeds. Salah satu kontributor dari harga murah di Leeds adalah Kirkgate market yang mengklaim dirinya sebagai pasar tradisional terbesar di Eropa. Iya tidak semua kota di Inggris memiliki pasar tradisional, sehingga sebagian warga harus berbelanja di supermarket. Harga di pasar tradisional dengan harga di supermarket untuk sayuran segar menurut saya jauuuh sekali. Itulah sebabnya saya cinta Kirkgate market.

Pasar Tradisional Leeds
Pasar Tradisional Leeds


Pria – pria bercelana gemas di Rugby Stadium dan Elland Road

Hai, kisah kedua di 30 Hari Kotaku Bercerita.

Kali ini pak Bosse meminta cerita tentang ruang publik tempat warga kota berkumpul. Saya jadi bingung mau bercerita tentang apa, karena terus terang pemerintah kota Leeds (dan mungkin UK pada umumnya) sangat peduli tentang ruang publik. Banyak sekali bagian kota yang dijadikan tempat berkumpul warganya dengan murah (Bahkan gratis) dan nyaman. Yang paling mudah tentu saya akan bercerita tentang taman. Ada banyak sekali taman di Leeds, tempat sekedar warganya kumpul – kumpul piknik atau berolahraga. Namun pada kesempatan kali ini saya tidak ingin bercerita tentang taman di Leeds. Gapapa yaaa :’)

Kali ini saya tergoda untuk bercerita tentang stadion rugby dan sepakbola di Leeds, tempat dimana warga Leeds berkumpul membela tim kebanggaannya. Dan yang lebih menggiurkan lagi, menonton pertandingan sepakbola dan rugby memberi saya kesempatan untuk melihat pria – pria bercelana gemas lari kesana kemari rebutan bola, hahaha.

Sepak bola dan Rugby adalah dua pertandingan kesayangan orang Inggris, termasuk di kota Leeds. Setiap kali ada pertandingan, bisa dipastikan jalan – jalan menuju stadion akan macet total, dan kafe – kafe akan dipenuhi orang yang Nobar. Berdasarkan fakta tersebut, maka saya berani menyebut stadion bola dan stadion rubgy sebagai tempat publik kesayangan warga Leeds.

Leeds memiliki grup sepakbola yang dulu pernah sangat terkenal ketika Eric Cantona menjadi pemain di sana. Yap Leeds United Footbal Club (LUFC). LUFC pernah nyaris jadi juara FA Cup (kalo ga salah) ketika di final tanding melawan Arsenal. Namun sayangnya klub ini akhirnya didera hutang dan mismanagement hingga prestasinya terus menurun, terdegradasi dan terlempar dari liga premier. Namun demikian, kecintaan warga Leeds terhadap klubnya tidak luntur. Mereka masih terus mendukung klubnya tiap ada pertandingan atau sekedar jumpa fans. Saya salut melihatnya, membuat saya teringat terhadap kecintaan teman – teman di Indonesia terhadap klub bola lokalnya misalnya Persib, Persija, PSM, dll (cuma itu yang saya tahu hehehe, maafkan). LUFC memiliki stadion bernama Elland Road. Di sisi stadion, sebagaimana stadion bola lain di Inggris, juga ada toko merchandise. Beberapa kali saya ke Elland Road, dan toko merchandise selalu ramai dikunjungi pembeli. Kalau di foto ini terlihat sepi, mohon dimaklumi karena Inggris sangat menjunjung tinggi privacy, di setiap event atau tempat wisata biasanya ada notifikasi mengenai photograph policy salah satunya misalkan boleh merekam atau mengambil gambar asalkan pengunjung lain tidak menjadi fokus utama dari gambar tersebut. Jadi kalau saya ambil foto, saya harus pastikan tidak mengcapture wajah orang lain secara jelas. Agak ribet ya hehe.

Elland Road, Stadion sepak bola Leeds United Football Club kebanggaan warga Leeds.

The Headrow: Pusat Kota Leeds

Leeds, nama kota di Inggris yang saya tinggali selama satu tahun terakhir. Memiliki penduduk yang kata mbah wiki mencapai 760.000 jiwa, Leeds menjadi kota terbesar ketiga di Inggris setelah London dan Birmingham. Bagi saya yang beragama Islam dan menggunakan jilbab, Leeds merupakan kota yang cukup bersahabat karena jumlah penduduk muslimnya cukup banyak, didominasi oleh ras British Asia seperti India dan Pakistan, serta negara muslim lain seperti Iran, Irak, Syria dan Eritria. Inggris memang nampaknya membuka pintu bagi para pendatang dari negara-negara perang. Mereka bisa tinggal (sementara) di Inggris dengan cara mengajukan visa asylum seeker. Dampak dari banyaknya penduduk muslim di Leeds adalah saya tidak kesulitan mencari makanan dan butcher halal.
Jika Jakarta memiliki luas sekitar 500kmsq, maka Leeds memiliki luas sekitar 600kmsq. Mirip – mirip lah yah. Jumlah penduduknya saja yang berbeda. Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, jika Leeds berpenduduk sekitar 700ribu-an jiwa, maka Jakarta berpenduduk 11 juta jiwa. Mhmmmm….
Bagi saya Leeds adalah surga belanja. Harga-harga di Leeds tidak semahal di Manchester, Birmingham, apalagi London, karena kebanyakan penduduknya adalah pelajar/mahasiswa jadi para pedagangnya semacam menyesuaikan harga dengan daya beli mahasiswa hehe. Semacam kota Yogyakarta deh kalau di Indonesia, banyak pelajar dan serba murah. Selain harga-harga di Leeds relatif murah, disini segala barang dan merk adaaaa, sangat lengkap. Leeds punya pasar tradisional bernama Kirkgate market yang gedungnya sangat cantik. Buah-buahan, sayur mayur, daging semua ada di pasar ini. Selain itu Leeds juga punya the Headrow dan Trinity, pusat belanja dengan beragam merek terkenal bertebaran. Dan pppssstttnya lagi, disini kalau End season tuh harganya bener-bener bikin rakus apa-apa pengen dibeli. Mango, Zara, M&S, dll yang kalau harga biasa sehelai atasannya 20 pound (sekitar 400 ribu rupiah), kalau end season tiba sehelai celana jeans Mango atau Zara bisa seharga hanya 4 pound (80rb perak) sahaja, kadang malah 2 pound, bapak – bapak, ibu – ibu, kakak – adik!
Kirkgate Market - Pasar Tradisional Leeds
Kirkgate Market – Pasar Tradisional Leeds



PosCinta. Powered by Blogger.