
Selamat datang di kota Bandar Lampung--kota tapis berseri (tertib, aman, patuh, iman, sejahtera, bersih, sehat, rapi, dan indah). Tapis berseri sebenarnya merupakan kain sarung dengan tenunan benang emas dan perak bermotif khas Lampung, seperti motif alam, perahu, flora, dan fauna. Salah satu tanda kalau kita tengah berada di Bandar Lampung adalah saat kita melewati bundaran gajah. Ya, gajah sebagai ikon Lampung dan tak jarang masih banyak yang beranggapan kalau di Bandar Lampung banyak berkeliaran gajah dan terdapat banyak hutan. Saya kerap mendapati pertanyaan dari saudara jauh yang sudah lama sekali tak berkunjung ke tempat tinggal saya, atau juga sekadar pertanyaan iseng, "Memang di Lampung masih banyak gajahnya?" Saya geli sendiri membayangkan kalau di tengah kota yang merupakan gerbang utama pulau Sumatera, penghubung pulau Jawa dengan pulau Sumatera, kemudian penduduknya mesti berjibaku dengan gajah. Memang dahulunya Lampung pada umumnya dijadikan tempat transmigrasi dari masyarakat di pulau Jawa saat masih berupa hutan belantara dan belum diolah. Tapi sekarang? Sekarang kota Bandar Lampung merupakan pusat jasa, perdagangan, dan perekenomian provinsi Lampung. Kota yang mulai bergerak maju dengan pembangunan di sana-sini dan keramaian yang dtimbulkan akibat pertumbuhan penduduk yang pesat. Jika ingin bertemu dengan gajah, boleh diwakili dengan tugu gajah yang terletak di tengah kota ini.