Showing posts with label #9 Rekreasi dan Hiburan. Show all posts
Showing posts with label #9 Rekreasi dan Hiburan. Show all posts

Wisata Sejarah di Bumi Raja



Kadaton Ternate Ternate sebagai salah satu kota pusaka Indonesia, selain menawarkan keindahan alam berupa laut, pantai dan danau sebagai tempat rekreasi atau wisata, juga memiliki banyak destinasi sejarah yang sayang jika dilewatkan saat anda berkesempatan berkunjung ke sini. Sebagai kota kecil yang kelilingnya hanya seluas 42 KM, Ternate memiliki banyak benteng peninggalan Portugis maupun Belanda.

Alam Wawai


Setelah menjalani rutinitas yang menjemukan dan menghadapi minggu yang sibuk, ini saatnya untuk melepaskan lelah dan berekreasi bersama! Ada satu tempat di Bandar Lampung yang bisa dijadikan sebagai tempat rekreasi dan berkumpul bersama orang-orang terkasih, yaitu Alam Wawai. Kali ini Bandar Lampung punya tempat dengan mengusung nama tempatnya menggunakan bahasa Lampung – wawai yang artinya baik, juga bisa diartikan indah. Jadi, Alam Wawai diartikan sebagai alam yang indah. Alam Wawai merupakan taman yang ramah lingkungan, sesuai dengan branding-nya : eco friendly park.

Pantai Boom Banyuwangi

Wisata alam yang berada di tengah kota Banyuwangi, salah satu nya pantai Boom. Pantai Boom lokasi nya berada di Pelabuhan Boom dan bersebelahan dengan Perumahan Dinas milik Pelindo. Untuk menuju pantai Boom bisa ditempuh dengan angkot kuning, bahkan banyak juga angkot yang mangkal dan ngetem di pintu masuk wisata ini. Wisata pantai boom dibuka gratis untuk umum, sebagai retribusi untuk daerah pengunjung yang membawa kendaraan bermotor roda dua maupun roda empat dikenakan biaya parkir yang relatif murah. Tempat wisata ini sangat nyaman dan mendukung untuk pejalan kaki karena ada area jogging track dan pe-sepeda ontel.

*Pantai Boom*

Bangsring Underwater

Tempat wisata yang masih baru dan masih alami di Banyuwangi salah satu nya "Bansring Underwater", pesona kekayaan alam bawah laut Banyuwangi bisa kita nikmati, jika beruntung kita bisa bertemu dengan hiu kecil di tempat ini juga. Pengelelola Bangsring Underwater merupakan kelompok nelayan Bangsring. Untuk berwisata ke Bangsring Underwater ini sangat low budget. Di akhir tulisan saya akan membagikan informasi biaya nya.

*terumbu karang kedalaman 2 m*

Pantai Pulau Merah (Red Island)


Pantai Pulau Merah (Red Island), pantai yang berlokasi di Desa Sumber Agung, Kecamatan Pesanggaran, Kab. Banyuwangi. Asal mula nama Pulau Merah berasal dari gundukan Pulau Kecil yang berada sekitar 200 m dari bibir pantai, tanah pada gundukan pulau ini berwarna merah dan ditutupi tumbuhan hijau sehingga tak terlihat warna asli dari tanah tersebut.

Untuk masuk ke pantai ini akan dikenakan tarif, saya dan rombongan kemarin 1 mobil berisi 7 orang dikenakan tarif 40.000 (IDR).

Wisata Perkebunan Kali Bendo

Akhirnya saya menemukan tempat yang bagus untuk menghabiskan akhir pekan. Saya kali ini ingin menguji andrenalin keberanian saya dalam berpetualang, saya memutuskan untuk Solo Traveling ke Perkebunan Kali Bendo, setelah nyasar berkali - kali akhirnya saya menemukan air terjun tersembunyi, Yup air terjun bendo.

*air terjun bendo*

Bahagia Tanpa Syarat di Bandung



Warga Kota Bandung Bahagia. Setidaknya kalimat ini pernah menjadi headline di Harian Umum Pikiran Rakyat, awal tahun ini. Tepat di hari jadi Kota Bandung ke-205, 25 September 2015 kemarin pun, Walikota Bandung Ridwan Kamil dalam tweetnya menuliskan, "Selamat Hari Jadi Kota Bandung Ke-205. Kota yang terbuat dari kebahagiaan. #205BDG Mangprang!"

Kota yang terbuat dari kebahagiaan. Benarkah? Tentu saja hasil survey dan komentar Ridwan Kamil itu berdasarkan metoda dan pengamatan yang dapat dipertanggungjawabkan. Saya tidak ingin mengonfirmasi. Sepenuhnya, saya setuju.

Kebahagiaan erat kaitannya dengan bersenang-senang. Bersenang-senang atau berbahagia adalah kebutuhan setiap orang. Banyak cara yang dilakukan orang untuk merasa bahagia. Salah satunya, mengunjungi kota favorit mereka untuk berwisata.

Bandung, kota yang menduduki peringkat ke-21 sebagai salah satu kota favorit wisatawan di dunia dan terfavorit ke-4 di Asia setelah Seoul, Mumbai, dan Bangkok, menurut hasil survei online Facebook, akan sangat ramai di waktu akhir pekan ataupun di musim liburan.

  
Lalu sebagai warga asli Bandung, apakah saya juga masih bisa merasakan berlibur di kota sendiri? Jawabannya adalah IYA. Suatu hari, salah seorang teman berkomentar, "Thing I love the most about Bandung : bisa jadi turis di kota kelahiran sendiri." Dan saya tidak bisa lebih setuju lagi dari ini.

Berlibur atau berwisata sebetulnya adalah tentang menikmati waktumu sendiri atau bersama orang-orang yang kamu cintai. Sebagai perayaan atas hidup atau imbalan atas kerja keras yang telah dilakukan. Jangan memikirkan hal-hal yang rumit. Kamu yang paling tahu diri kamu sendiri, imbalan apa yang paling pantas dan yang paling kamu inginkan, atas kerja keras yang sudah kamu lakukan.
  
Kalau saya sih, dari sekian banyak hal yang bisa dilakukan untuk berwisata di kota sendiri, saya seringkali me-'reward' diri saya di antaranya dengan wisata gigs, buku, ngopi, makanan, jalan-jalan, dan berselelancar di internet.

Wisata Gigs. - Suatu waktu, saya pernah ditanya oleh seorang saudara saat mau pergi nonton konser, "Kamu sudah pernah nonton band ini kan? Terus ngapain masih nonton lagi dan nonton terus?" Saya belum menemukan jawaban untuk pertanyaan satu ini. Yang jelas, setiap kali ada di kerumunan penonton, saya suka. Itu saja. Teman-teman saya sering menggunakan istilah euforia seeker untuk ini. Dan Bandung, adalah kota yang cukup bahkan sangat sering menggelar konser. Tahun ini, saya senang punya kesempatan untuk nonton konser atau gigs band kesayangan seperti Frau, Stars and Rabbit, Barasuara, dan White Shoes and The Couples Company di Bandung.
  
Wisata Buku. - Meski senang berada di kerumunan orang, saya juga seorang yang meditatif. Dan membaca adalah kegiatan meditasi yang paling menyenangkan buat saya. Karena itu, sepertinya saya masih dan akan terus membeli buku. Jika tidak membeli, saya suka meminjam buku-buku yang ingin saya baca di perpustakaan favorit saya di bandung, Pitimoss. Lokasinya berada di Jl. Banda No. 12-s. Selain perpustakaan, Bandung juga memiliki banyak cafe buku, seperi Kineruku, Zoe, Reading Lights, dan Little Wings.

Wisata Ngopi. - Saya pernah tertampar ketika seorang teman nyeletuk, "Ngapain sih ngabisin puluhan ribu untuk ngopi, mending bikin sendiri di rumah. Murah." Emh. Sepakat. Saya sering bikin kopi di rumah. Tapi kadang juga ini bukan hanya tentang segelas kopi. Kadang ini tentang menghabiskan waktu bersama teman di luar rumah. Sesederhana itu sih. Dan kadang, ide-ide juga sering muncul dari obrolan di atas kopi. Tempat ngopi yang asik di Bandung? Googling aja lah ya, ga usah manja. Hehe.
  
Wisata Makan dan Jalan-Jalan. - Dari lahir tinggal di Bandung, tapi jujur kalau ditanya "Khatam banget jalan-jalan di Bandung?" Nggak. Selalu ada ruas jalan baru yang saya belum tahu. Banyak. Dan kadang saya temukan saat menggunakan transportasi publik semacam bus Damri. As you know, saya senang tersesat. Saya senang berjalan kaki tanpa tujuan. Sama senangnya dengan saat saya menggunakan transportasi publik dengan rute yang belum pernah saya tumpangi, dan menebak-nebak di mana saya akan berhenti. Coba makanan baru, jalan - jalan ke tempat baru, rasakan dan pelajari hal - hal baru, dan kamu tidak akan pernah beranjak tua setiap harinya. Beruntung, Bandung adalah kota yang paling menyenangkan untuk "tersesat".

Wisata WIFI. - Hahaha. Sudah jelas buat informasi sih ini. Meng-upgrade diri dengan informasi yang kita butuhkan tetap penting. Bandung, punya banyak taman tematik terbuka yang dilengkapi dengan fasilitas WIFI. Nuhun, Kang Emil!

Tapi kadang-kadang, saya merasa tidak memerlukan itu semua kok untuk berbahagia. Bahagia mah ya bahagiaaja. Mau di Bandung, Bangkok, atau Amerika. Mau ada WIFI atau tidak. Mau ngopi atau ngeteh. Bahagiamah ya bahagia aja.

Yang terpenting itu, di manapun, apalagi kalau di Bandung kamu menghabiskan waktu liburanmu, plis ini mah.. Jangan buang sampah sembarangan, euy! :D Perlakukan Kota Bandung seperti rumahmu sendiri. Jaga fasilitas yang sudah dibangun dan taati peraturannya. Keep our Bandung beautiful.
___

“Happiness cannot come from without. It must come from within. It is not what we see and touch or that which others do for us which makes us happy; it is that which we think and feel and do, first for the other fellow and then for ourselves.” – Helen Keller



Ditulis oleh: @syahwisyahwi
Diambil dari: http://syahwinaagustina.blogspot.com/2015/09/30harikotakubercerita-bahagia-tanpa.html

Hiburan Malam Minggu Kami

Bagi masyarakat kota, akhir pekan adalah waktu-waktu terbaik untuk dihabiskan bersama keluarga. Tidak terkecuali di Tebing Tinggi yang keseluruhan wilayahnya di kelilingi oleh kawasan perkebunan. Masyarakat dari wilayah sekitar akan memadati tengah Kota, bersama keluarga, orang-orang tersayang untuk menghabiskan malam Minggu di Tanah Lapang Merdeka, kawasan paling ramai di akhir pekan. Bersama-sama dengan warga kota semuanya bercampur dan tumpah ruah disini. Hiburan murah-meriah ala Tebing Tinggi. 

Bundaran di Kawasan Lapangan Merdeka Sri Mersing, ramai orang berjualan pada malam hari

Kalau Kau adalah orang yang biasa menghabiskan akhir pekan dengan berkeliling di dalam mall-mall atau duduk makan serta minum bersama di cafe-cafe yang berada di dalam bangunan megah bertingkat nan modern, harus kukatakan dengan sangat menyesal kepadamu Kawan bahwa disini Kami tidak punya mall dan gedung-gedung megah bertingkat. Tebing Tinggi adalah kota kecil, dan hiburan kami adalah hiburan rakyat dimana lampu kelap-kelip dan musik yang memutar lagu anak-anak dari odong-odong yang berkeliling mengitari Lapangan Merdeka, sudah begitu meriah bagi Kami. 

Cukup parkirkan kendaraan di depan trotoar. Setelahnya Kau langsung disambut dengan  pemandangan ini, dimana sejauh mata memandang akan ada berbaris kursi-kursi plastik yang siap diduduki, para penjual minuman, tukang kacang dan aneka makanan ringan yang siap menemanimu menghabiskan waktu malam Minggumu. Matamu akan dimanjakan dengan kelap-kelip lampu odong-odong yang berkeliling, telingamu akan penuh dengan obrolan ditambah sesekali gelak tawa dari muda-mudi yang kasmaran. Lupakan soal pekerjaan, lupakan soal kepenatan, semua suasana disini akan membahagiakanmu. Hiburan sederhana kota ini mampu mengembalikan senyummu, percayalah.

Mari, bersenang-senang.


Ditulis oleh: @superarmz
Diambil dari: http://superarmz.blogspot.co.id/2015/09/hiburan-malam-minggu-kami.html

Umbul

Umbul Klaten, terutama Kecamatan Polanharjo, merupakan daerah yang diberkahi banyak sekali sumber air (umbul). Hingga konon di kecamatan ini hampir seluruh warga memiliki kolam. Kalian pasti mulai sering mendengar tentang Umbul Ponggok. Sebuah kolam sumber air yang terdapat banyak ikan dan menyediakan fasilitas snorkeling dan foto underwater. Ya, memang tempat wisata satu itu mulai booming belakangan. Tapi jujur aku malah belum pernah kesana. Karena setiap mau masuk aku jadi malas sendiri karena tempat itu selalu jadi lautan manusia. Kebetulan aku memang kurang suka keramaian. Untungnya banyak alternatif umbul yang menawarkan kesegaran yang sama, namun dengar suasana yang lebih nyaman. Misalnya Umbul Manten ini. Masih di kecamatan Polanharjo, kau pasti akan jatuh cinta dengan tempat ini. Umbul yang begitu bening, dikelilingi pohon-pohon beringin yang akar-akarnya menjalar memenuhi pinggiran kolam. Berlama-lama di sini di siang hari yang terik begitu menenangkan. Apalagi jika datang kesini di hari selain weekend. Kau akan mendapatkan suasana lebih private, berendam di air yang bening di suasana pedesaan yang sangat damai. Cukup dengan membayar 3ribu rupiah untuk relaksasi. Tidak mahal kan? Masih banyak umbul yang menarik untuk dikunjungi. Jika kau memang suka main air atau berenang, selain Umbul Manten masih ada Umbul Susuhan, Umbul Asri, Umbul Kapilaler, Umbul Cokro, Pemandian Jolotundo, dan masih banyak yang lainnya. Jika ke Klaten, siapkan baju untuk berbasah-basahan ya! :))) #30HariKotakuBercerita #findnewroads #Klaten Cc: @kotakubercerita @gembrit
A photo posted by Ayu Sita Wahyuning Wulan (@princesshitta) on
Ditulis oleh: @princesshitta
Diambil dari: https://instagram.com/p/8IVsV_rboI/

Sore, Senja di Ratu Boko



Hawa yang sejuk, suasana yang nyaman, sungguh sebuah ketenangan yang ditawarkan. Keindahan yang ada di Candi Ratu Boko mungkin sebenarnya sudah tidak terlalu asing bagi beberapa masyarakat. Candi Ratu Boko terletak tak jauh dari Candi Prambanan, sebelah timur kota Yogyakarta. Berada di atas Bukit Seribu dengan ketinggian kurang lebih 200 meter dari permukaan laut, tempat ini sangat cocok untuk menikmati sunset. Istana Ratu Boko diperkirakan dibangun selama Dinasti Syailendra, pemerintahan Rakai Panangkaran di abad ke-8 sampai abad ke-9.

Tempat ini sering digunakan oleh para penggemar fotografi untuk mengabadikan momen terbenamnya matahari dari ketinggian. Melihat sunset di sana mungkin memiliki perbedaan tersendiri, sehingga banyak yang menjadikannya tempat berburu sunset. Jingga senja yang menambah indahnya panorama membuat mata tak ingin lepas  untuk menikmati pemandangan tersebut.

Sungguh, melihat proses terbenamnya matahari adalah hal yang saya sukai, entah karena apa, namun guratan warna jingga yang hadir di sore yang cerah membuat saya merasa tenang melihatnya. Apalagi menikmati sore hingga terbenamnya matahari di kawasan Candi Ratu Boko, pasti akan betah berlama-lama di sana. Udara di sana juga masih bersih, karena letaknya yang cukup jauh dari pusat kota yang berpolusi, sehingga sangat pas untuk menyegarkan pikiran saat sedang suntuk. Bahkan jika bermain-main di sana bersama orang-orang kesayangan.

Selain menikmati pesona senjanya, kita juga bisa melihat bangunan-bangunan bersejarah pada tiap bagian candi. Sehingga bisa menambah wawasan kita. Berkunjunglah ke sana. Nikmati suasana alam yang mampu membuat pikiranmu lebih segar, atau mungkin jika kamu ingin mengajak saya, kebetulan saya sudah lama sekali ingin menikmati lagi indahnya senja di Candi Ratu Boko.

Ditulis oleh: @rikaNHH
Diambil dari: http://rikahnh.blogspot.co.id/2015/09/sore-senja-di-ratu-boko

Bekelotokan di Sungai Martapura

Rekreasi di Banjar kalo menurut aku sebenernya gak ada. Karena rata-rata semua gratisan. Iya, orang Banjar sukanya gratisan ehehe. Tapi kalo hiburan berbayar itu keknya sih bekelotokan. Baru denger yang namanya bekelotokan? Jadi kelotok itu transportasi khas di daerah Banjarmasin. Kenapa kelotok? Karena Banjarmasin dipenuhi oleh sungai. Jadi kemana-mana ada air. Kota Banjarmasin ini dikelilingi sungai Martapura. Jadi kita bisa keliling sungai Martapura pakai kelotok. Rekreasi kelotok ini bervariasi loh. Kita bisa ke pasar lok baintan, ke pulau kembang atau cuma keliling daerah sabilal.
image
Ini salah satu contoh rekreasi pakai kelotok nih ya. Murah kok cuma 5000 per orang dan sekali jalan. Tempatnya di Siring Tendean. Jamnya dari pagi sampai malam ada aja kok yang mangkal. Kita bisa duduk diatap kelotok atau didalam kelotok. Kalo mau liat pemandangan sana sini dan tahan panas-panasan sarannya sih diatas. Tapi kalo engga dibawah juga bagus kok. Rutenya itu dari Siring Tendean terus kita dibawa ke Pasar Sudimampir, melewati jembatan Merdeka, sampai ke jembatan Dewi.
image
Nanti kelotoknya bakalan puter balik terus ke arah jembatan Pasar Lama. Kita bakalan ngeliat menara Pandang, panggung depan gubernuran. Terus jembatan Pasar Lama.
image
Asik loh liat pemandangan dari atas kelotok. Mana berangin seger gitu. Masih gak puas naik kelotok cuma muter-muter? Bisa dilanjutin ke pulau kembang. Tapi kalo mau kesana usahakan rame-rame, soalnya kita mesti booking 1 kelotok. Tarifnya sekitar 300an kalo gak salah. Di kelotok itu muat sampe 15 orang kok. Hemat kan? Ehehe. Pulau kembang itu jaraknya sekitar 30 menit dari sabilal.
image
Sebenernya itu bukan pulau sih, semacam delta gitu. Dipenuhi pohon trus banyak monyet ekor panjang. Tiket masuknya 5000 per orang. Saran nih ya, kalo takut monyet mending gausah turun dari kelotok. Soalnya di dermaganya aja udah banyak monyet.
image
Pemandangan didalamnya bagus loh. Macam hutan-hutan gitu. Bagus buat foto-foto. Cuman mesti hati-hati, monyet disini jinak kok sebenernya cuman suka usil. Tas bawaan kita atau kresekan yang kita bawa sering diincar mereka. Dikirain bawa makanan makanya gitu. Jadi pernah dulu pas kesana, dibikin nangis monyet. Gara-gara tasku ditarik monyet paksa, dikira ada makanan. Jadi kalo gamau pake acara macam gitu mending printilan ribet ditinggal aja di kelotok.
image
Segitu aja dulu tentang wisata di daerah Banjarmasin, memang gak banyak sih. Cuman asik. Tertarik? Yuk kesini, ntar aku jadi tour guide deh. Gampang lah yaa😀😀

Ditulis oleh: @RainUniQ
Diambil dari: https://rainuniq.wordpress.com/2015/09/26/bekelotokan-di-sungai-martapura/

Kampoeng Radja

image
Bagi warga Jambi, nama ini pasti sudah tidak asing lagi. Bukan, ini bukan nama sebuah kampung untuk keturunan para raja. Ini nama sebuah family park yang lokasinya yang terletak sekitar 300 meter dari Simpang Rimbo Kota Jambi. Tidak terlalu jauh untuk dijangkau dengan kendaraan pribadi atau umum.
Kampoeng Radja menurutku, adalah salah satu tempat rekreasi yang tepat untuk semua usia, Mengingat memang tidak banyak pilihan tempat rekreasi dan hiburan di kota ini, Selain mall dan kolam renang umum yang selalu penuh sesak di hari-hari libur.
image
Kampoeng Radja menyediakan banyak wahana permainan, seperti buggy car alias mobil golf, water parklengkap dengan water slidenya , go cart, kereta api mini, bumper boat, outbond dan flying fox (tidak disarankan untuk yang phobia ketinggian, hihihi), kora-kora, bebek air, paint ball  dan masih banyak lagi yang lainnya.    
image
Tentu saja selain menikmati wahana permainan tersebut, mata kita akan dimanjakan dengan pemandangan alam yang bersih nan asri di lahan kurang lebih 8 hektar ini. Jangan khawatir kita akan kelaparan atau ketinggalan waktu shalat, karena pemilik juga menyediakan food court dan mushalla yang cukup luas dan bersih. Parkirannya juga luas dan dibuat seperti terasering gitu lho, jadi gak akan khawatir gak dapet parkiran walaupun sedang ramai-ramainya.
Kampoeng Radja buka tiap hari mulai pukul 09.00 hingga 17.30 WIB. Khusus hari Jum’at mulai buka pukul 14.00 WIB. Sabtu-Minggu (akhir pekan) mulai buka pukul 08.00 hingga 18.00 WIB. Tiap hari selasa tutup, kecuali pada libur panjang (sekolah) maka selasa tetap buka.                
Siapkan juga uang untuk tiket masuknya ya, karena tempat ini tidak gratis, hihihi. Tenang, harga tiket masuknya masih terjangkau kok di kantong mahasiswa yang ngekost dan jatah bulanan dari ortu udah mulai menipis *di sini curhat dimulai*
Tidak ada salahnya menjadikan Kampoeng Radja jadi pilihan tempat wisatamu jika berkunjung ke Kota kesayanganku ini, Kota Jambi ^_^

Ditulis oleh: @putri_ardela 
Diambil dari: http://putriardela.tumblr.com/post/129963205186/kampoeng-radja 

Jakarta Biennale adalah Pilihan

image

Di Jakarta ada perhelatan seni rupa dua tahunan. Kebetulan tahun ini, 2015, dapat giliran. Rencananya akan diselenggarakan mulai pertengahan November sampai Januari mendatang. Saat datang ke acara ini, dua tahun lalu, 2013, aku mendapat banyak suguhan kemungkinan baru memandang Jakarta. Jadi, pantas kalau ia dimasukkan dalam daftar rekreasi dan hiburan ibukota.
Ada banyak acara yang termasuk dalam rangkaian Jakarta Biennale. Yang paling besar adalah pameran. Yang tak kalah penting adalah diskusi serta workshop. Secara ringkas, menurutku, arah perhelatan ini adalah menjadikan seni rupa sebagai suatu tindakan keseharian. Dia bukan lagi sesuatu yang tinggi dan sulit untuk dimengerti, melainkan jadi sesuatu yang bisa dilakukan semua orang.
Di tahun 2013, favoritku adalah karya Mufti Priyanka alias Amenk. Karyanya adalah coretan tangan di dinding yang mengingatkanku pada tulisan di kamar pembantuku. Tidak hanya gaya bahasa, tetapi lekak lekuk huruf, dan isu khusus yang meliputinya. Misalnya,
Kelejatan hikmah dalam halnya soal love
Come back to me ayang
Banyak tulisan di dinding kamar pembantuku yang serupa seperti ini. Tentang harapan dan duka sebagai pekerja yang jauh dari kampung halaman, tinggal di tanah asing, dan terpisah dari banyak orang yang dicintai. Kini kamar itu sudah tiada, sebab sejak menginjak SMP tidak ada lagi pembantu di rumah. Karya ini mengingatkanku betapa mengasyikkan dulu menyelinap ke kamar itu, membaca-baca tulisan yang mengantarku ke lain alam pemahaman hidup.
Ada beberapa karya lain yang juga mengguggahku. Pertama adalah Manusia Gerobak karya Abdulrahman Saleh. Karya ini mencoba mengangkat kenyataan orang-orang yang berumah di gerobak, tidur di pinggir jalan, dan setiap hari berkeliling kota. Kemudian, ya berjudul Gedung Idaman karya komunitas Serrum. Karya ini melibatkan publik untuk mengecat gedung parlemen dalam 2 dimensi. B 137 AN karya Putri Ayu Lestari juga tidak tak kalah menarik. Dia merekam pengalamannya menjadi joki 3 in 1. Ada kesan girang karena dapat objekkan, sekaligus asing bersama orang tak dikenal dalam satu mobil. Hampir semua karya dalam perhelatan ini mampu mengelitik imajinasi dan mencerahkan pikiran.
Acara Jakarta Biennale tidak sepenuhnya gratis. Tiket seharga 20 ribu wajib dibayar (tahun 2013). Waktu itu pun acara tidak terpusat di satu tempat, yaitu di Taman Ismail Marzuki. Ada yang ditempatkan di Museum Seni Rupa, Galeri Cemara, Galeri Salihara, dan berbagai ruang kota seperti Taman Surapati, Taman Langsat, Pasar Burung Pramuka, dan lainnya. Selama perhelatan berlangsung, percik-percik kejutan memang dirancang bertebaran di Jakarta.
Sebagai warga kota yang butuh rekreasi dan hiburan, Jakarta Biennale pantas jadi pilihan. Silahkan panteng terus program-programnya, yang sedikit-sedikit sudah mulai dibeberkan di situs dan akun instagramnya. Pilih yang mana yang kamu suka untuk menikmati Jakarta. (rikafeb/25.09.2015)

Foto adalah Gedung MPR/DPR versi Sjaifuddin Java, diambil dari http://gedungidaman.tumblr.com

Ditulis oleh: @rikafeb
Diambil dari: http://paketminggu.tumblr.com/post/129839852352/jakarta-biennale-adalah-pilihan

Sabtu Malam terdampar di Pulau Tabuhan

Ketika seorang sahabat mengajak untuk camp di sebuah pulau, tawaran itu langsung saya iya kan. Pulau itu termasuk di proposal mbolang yang saya ajukan ke ibu. Saya tak hentinya merapalkan syukur, saya percaya penuh selalu ada tangan Tuhan yang mempertemukan saya dengan kalian hingga akhirnya kita akan terdampar bersama di Pulau tersebut. Pulau seluas 5 hektar tersebut tak berpenghuni, nggak ada listrik, nggak ada air tawar dan nggak ada toilet. Pulau ini beberapa bulan terakhir menjadi wisata favorit backpaker lokal maupun asing karena keindahan terumbu karangnya. Di pulau ini, kita juga bisa snorkling, diving maupun mengeksplore hutan. Pulau tersebut bernama Pulau Tabuhan.

*Pulau Tabuhan*'

Africa van Java Taman Nasional Baluran

Taman Nasional Baluran yang berlokasi di Banyuputih, Situbondo dan Wongsorejo, Banyuwangi. Jarak dari Banyuwangi kota ke T.N. Baluran sekitar 35 KM. Saya dan teman - teman mengendarai sepeda motor dari Banyuwangi ke tempat tersebut. Sepanjang perjalanan dari Banyuwangi ke taman nasional tersebut lancar dan bebas dari jalan rusak. Untuk kalian yang berada di luar kota bisa menempuh tempat ini dengan 2 jalur. Jalur selatan, menggunakan kereta api Sritanjung jurusan Jogja - Banyuwangi, turun di stasiun terakhir Banyuwangi Baru. Dari stasiun perjalanan dilanjutkan kembali dengan bus mini jurusan Situbondo dan turun di Banyuputih. Jalur utara, menggunakan mobil pribadi atau bus dengan jurusan Surabaya - Banyuwangi. Berdasarkan pengalaman, jika naik bus saat di terminal probolinggo akan dioper bus lagi menuju Situbondo dan sampai Situbondo dioper lagi menuju Banyuputih.


Pintu Masuk Taman Nasional Baluran


Mencari Ketenangan Di Kineruku

Aku patung, mereka patung

Cangkir teh hangat namun kaku dan dingin

Meja-meja kayu mengkilap

Wajahmu dibasahi air mata yang dilukis


Sebenarnya, saya bukan tipe yang senang jalan-jalan ke tempat wisata. Padahal, Bandung menyediakan banyak tempat rekreasi dan hiburan—mulai dari yang modern seperti Trans Studio Mall hingga kembali ke alam seperti Taman Hutan Raya Juanda. Di akhir pekan, objek-objek wisata seperti itu akan dipadati banyak orang dan itu berarti satu hal: saya akan menghindarinya mati-matian.

Saya punya versi sendiri untuk rekreasi dan hiburan. Karena saya tidak suka tempat ramai, destinasi saya untuk melepas penat harus memiliki syarat ini: lengang. Tapi, bukan berarti saya pergi ke pemakaman. Tempat ini hanya perlu menyediakan ketenangan untuk menyegarkan kembali otak saya sebelum kembali ke kehidupan nyata.

Salah satu destinasi favorit saya adalah Kineruku.

*

sumber: kineruku

Di Bandung, ada beberapa perpustakaan plus kafe yang, tentunya, akan jauh dari kebisingan bagi para pengunjung. Namun, sejauh ini, belum ada yang bisa membuat saya jatuh hati dan betah seperti Kineruku. Perpustakaan ini terletak di Jalan Hegarmanah No. 52. Aksesnya bisa dibilang gampang-gampang susah, sebab Kineruku tidak terletak di tepi jalan besar. Bagi yang punya kendaraan pribadi, cukup belok dari jalan utama (Jalan Setiabudhi) dan angkoters seperti saya harus jalan dulu kurang lebih satu kilometer dari seberang McDonald Setiabudhi.

Tidak seperti rumah-rumah mewah di sekitarnya, Kineruku adalah perpustakaan berkonsep vintage yang bikin saya—dan pengunjung lain—larut dalam nostalgia. Selain buku-buku yang diatur sesuai genre-nya dalam rak kayu dan batu, saya juga menemukan rilisan musik dari piringan hitam, kaset, hingga CD, serta koleksi film di ruangan berbeda.

Desain interiornya juga bikin saya kepincut. Ada botol-botol bekas yang diatur sedemikian rupa di meja, dengan kursi-kursi serta sofa tempo dulu. Di bagian belakang Kineruku, para pengunjung dapat menikmati bacaan mereka sambil makan atau sekadar mengerjakan tugas dengan ditemani alunan musik.



*

Bicara soal makanan, Kineruku juga menyediakan menu santap yang murah dan enak. Favorit saya sampai sekarang adalah omelet dan wedang jahe. WEDANG JAHENYA JUARA. Tapi, harus diminum selagi hangat, karena kalau sudah dingin, rasanya jadi kurang oke. Selain itu, di Kineruku juga sering diadakan pertunjukan musik, diskusi buku, dan nonton film bareng.

Kalau mulai bosan baca atau mengerjakan tugas, kita bisa rehat sebentar dan mengunjungi Garasi Opa di taman belakang Kineruku. Di sana, kita bisa melihat dan membeli barang-barang vintage seperti mesin tik, buku-buku tua, hingga kacamata bergaya retro. Pecinta barang vintage dijamin kalap dan bisa lupa diri jika berkunjung ke Garasi Opa.

Oh ya, di Kineruku ada beberapa peraturan yang harus dipatuhi pengunjung. Seperti menaruh tas dan helm pada laci di teras rumah (ada kuncinya dan pastikan jangan hilang). Dilarang mengambil foto dengan kamera profesional, kecuali sudah minta izin untuk keperluan khusus seperti prewed atau acara tertentu (saya sudah pernah ditegur langsung, nih). Kineruku juga tidak menyediakan wi-fi, jadi kalau mau koneksi internet gratis, sila cari tempat lain yaaa.



*

Setelah mengunjungi Kineruku beberapa kali, saya jadi pengin punya perpustakaan dan kafe kecil seperti itu suatu saat nanti. Saya ingin mempunyai tempat yang menawarkan ketenangan dan kenyamanan untuk orang lain. Dan, Kineruku, sekali lagi, menjadi alasan saya untuk jatuh hati pada Kota Bandung.


*

Harusnya cerita ini bisa berakhir lebih bahagia

Tapi kita dalam diorama

Harusnya sisa masa ku buat indah menukar sejarah

Tapi kita dalam diorama

(Diorama – Tulus)

ditulis oleh 
diambil dari https://erlinnatawiria.wordpress.com/2015/09/26/tentang-bandung-9-mencari-ketenangan-di-kineruku/


Wisata Khas Bogor – Kisah Lara Sang Badak Terakhir

IMG_20150113_120216
Badak Terakhir di Jawa Barat

“Harus mati di tangan siapa?” Membaca kisah tragis mengenai kematian Rhinoceros Sondaicus yang menjadi koleksi Museum Zoologi Bogor akan membuat hati siapa pun terenyuh. Bagaimana tidak, setelah ditinggal mati oleh teman wanitanya yang dibunuh oleh pemburu gelap, ia harus menghadapi kenyataan bahwa ia menjadi satu-satunya badak terakhir yang tersisa di Jawa Barat. Menua, sendirian, dan diinginkan kematiannya. Daripada kembali jatuh ke tangan yang tidak bertanggungjawab, maka pihak Museum Zoologi yang pada saat itu masih dikelola pemerintah Hindia Belanda membuat keputusan untuk memburu sang badak jantan terakhir. “Kalau si badak jantan dan betina merupakan manusia, mungkin mereka lebih memilih mati sesuai dengan kisah Romeo dan Juliet daripada harus terpaksa dibunuh oleh orang lain,” pikir saya waktu itu. Badak terakhir Jawa Barat yang diawetkan dapat kita temukan di tengah ruangan mamalia Museum Zoologi Bogor.

Bandar Udara dengan Zoo Park Pertama

Yang liburan panjang pasca kemarin idul adha mungkin bingung atau udah punya rencana untuk mengahbiskan libur akhir pekan di mana dan ngapain aja? kalo warga di kota jambi, bysanya menghabiskan waktu libur atau sekedar weekend di tempat2 hiburan dan rekreasi, hangout ke mall2, atau di rumah saja sekedar beristirahat. 

Nah berbicara tentang tempat rekreasi atau hiburan di kota Jambi boleh di bilang tidak terlalu banyak, diantara nya ada Kampung Raja, Taman Aci, Taman anggrek, Hutan Kota, Hutan Pinus, Candi Muaro Jambi, Citra Raya world of water, Taman rimba/ “zoo park” and beberapa swimming pool.

Bersantai di Bandung, Coba Pergi Ke Punclut

Bandung selalu menjadi tujuan asyik untuk berlibur. Bahkan ketika kamu hanya punya waktu kurang dari 12 jam, banyak lho yang nekat ke kota kembang ini demi menikmati suasananya. Entah ya, magnet cinta dari Bandung begitu kuat bagi wisatawan lokal atau mancanegara.

Di tengah kota atau pinggiran, semua memiliki daya pikat tersendiri. Dago? Alun-alun? Paris van Java? Kamu punya banyak pilihan di tengah kota. Bagaimana di pinggirannya? Di selatan ada Ciwidey dan di utara ada Punclut atau Lembang. Aku akan pilih Punclut.

Kenapa? Lokasi yang pas banget untuk menikmati kelap kelip lampu kota Bandung di malam hari ini memang tak boleh dilewatkan. Punclut yang merupakan singkatan dari Puncak Ciumbuleuit adalah salah satu kawasan yang terletak di sebelah utara Kota Bandung. Kawasan ini terletak 7 kilometer dari pusat kota Bandung. Kawasan Punclut berada pada koordinat 6°50,842’S 107°37,666’E. Kawasan ini merupakan dataran tinggi terdekat dari Kota Bandung. Kawasan Punclut memiliki luas lebih kurang 286 Ha dan menjadi paru-paru Kota Bandung dengan suhu rata-rata 15 derajat Celcius hingga 22 derajat Celcius. (sumber : Wikipedia)

sumber: sebandung
sumber: sebandung
Sebenarnya pada tahun 2004, Pemerintah Kota Bandung telah menetapkan Punclut sebagai kawasan paru-paru kota Bandung bahkan menjadi kawasan hutan lindung sesuai dengan Perda Kota Bandung Nomor 2 tahun 2004 tentang tata ruang kota Bandung. Namun di pada tahun 2005, terjadi pembangunan di daerah Punclut. Tentu saja hal ini mengundang kontroversi di tengah masyarakat karena pembangunan di Punclut merupakan tindakan yang melanggar undang-undang. Bahkan karena pembangunan-pembangunan ini, kawasan Punclut seringkali dianggap sebagai penyebab terjadinya banjir di aliran Sungai Cikapundung karena kerusakan kawasan ini yang sudah beralih menjadi kawasan komersil. (sumber: Wikipedia)


Kota Sejuta Wisata

Pelataran Candi Ijo Jogjakarta
Taken by @cendyaya

Museum Bahari Jogjakarta
Taken by me

Candi Abang Jogjakarta
Taken by me

Museum Dirgantara Jogjakarta
Taken by @intanrizqia
Museum Afandi
Taken by @aniskho

Pantai Wohkudu Jogjakarta
Taken by me

Pelataran Masjid Agung Kotagede Jogjakarta
Taken by @aniskho

Kotagede Jogjakarta
Taken by me

Kebun Binatang Gembiraloka Jogjakarta
Taken by me

Pantai Sadranan Gunung Kidul Jogjakarta
Taken by @probomurti


PosCinta. Powered by Blogger.