Showing posts with label Jambi. Show all posts
Showing posts with label Jambi. Show all posts

Ada yang lain?

Walaupun kali ini tidak menulis full 30hari, tapi rasanya cepat sekali waktu berlalu. Rasa-rasanya baru kemarin menulis tema pertama mengenai ikon kota, eh sekarang udah tema terakhir aja. Waktu ~

Berbicara mengenai “ada yang lain dikotamu” boleh saya menulis lebih dari satu ? Saya berharap boleh 🙏🏽

1. Pasar burung di belakang masjid Raya. Saya rasa hanya di jambi yang ada pasar burung tepat sekali di belakang masjid, memang tidak terlihat dari jalan, karena letak nya tepat sekali di belakang masjid. Sesekali coba deh main kesana sambil berjalan kaki 👍

2. Warung sarapan pagi “gang siku” mengapa disebut gang siku? Karena letaknya tepat sekali di gang-gang. Tempat ini bercampur dengan jualan ikan teri dan ikan asin. Letaknya juga tak jauh dari pasar burung. Sepengetahuan saya, warung sarapan ini sudah ada sebelum tahun 70an. Sesekali kalau mampir ke Jambi coba sarapan disini atau sekedar minum kopi👍

Kampoeng Radja

image
Bagi warga Jambi, nama ini pasti sudah tidak asing lagi. Bukan, ini bukan nama sebuah kampung untuk keturunan para raja. Ini nama sebuah family park yang lokasinya yang terletak sekitar 300 meter dari Simpang Rimbo Kota Jambi. Tidak terlalu jauh untuk dijangkau dengan kendaraan pribadi atau umum.
Kampoeng Radja menurutku, adalah salah satu tempat rekreasi yang tepat untuk semua usia, Mengingat memang tidak banyak pilihan tempat rekreasi dan hiburan di kota ini, Selain mall dan kolam renang umum yang selalu penuh sesak di hari-hari libur.
image
Kampoeng Radja menyediakan banyak wahana permainan, seperti buggy car alias mobil golf, water parklengkap dengan water slidenya , go cart, kereta api mini, bumper boat, outbond dan flying fox (tidak disarankan untuk yang phobia ketinggian, hihihi), kora-kora, bebek air, paint ball  dan masih banyak lagi yang lainnya.    
image
Tentu saja selain menikmati wahana permainan tersebut, mata kita akan dimanjakan dengan pemandangan alam yang bersih nan asri di lahan kurang lebih 8 hektar ini. Jangan khawatir kita akan kelaparan atau ketinggalan waktu shalat, karena pemilik juga menyediakan food court dan mushalla yang cukup luas dan bersih. Parkirannya juga luas dan dibuat seperti terasering gitu lho, jadi gak akan khawatir gak dapet parkiran walaupun sedang ramai-ramainya.
Kampoeng Radja buka tiap hari mulai pukul 09.00 hingga 17.30 WIB. Khusus hari Jum’at mulai buka pukul 14.00 WIB. Sabtu-Minggu (akhir pekan) mulai buka pukul 08.00 hingga 18.00 WIB. Tiap hari selasa tutup, kecuali pada libur panjang (sekolah) maka selasa tetap buka.                
Siapkan juga uang untuk tiket masuknya ya, karena tempat ini tidak gratis, hihihi. Tenang, harga tiket masuknya masih terjangkau kok di kantong mahasiswa yang ngekost dan jatah bulanan dari ortu udah mulai menipis *di sini curhat dimulai*
Tidak ada salahnya menjadikan Kampoeng Radja jadi pilihan tempat wisatamu jika berkunjung ke Kota kesayanganku ini, Kota Jambi ^_^

Ditulis oleh: @putri_ardela 
Diambil dari: http://putriardela.tumblr.com/post/129963205186/kampoeng-radja 

Bandar Udara dengan Zoo Park Pertama

Yang liburan panjang pasca kemarin idul adha mungkin bingung atau udah punya rencana untuk mengahbiskan libur akhir pekan di mana dan ngapain aja? kalo warga di kota jambi, bysanya menghabiskan waktu libur atau sekedar weekend di tempat2 hiburan dan rekreasi, hangout ke mall2, atau di rumah saja sekedar beristirahat. 

Nah berbicara tentang tempat rekreasi atau hiburan di kota Jambi boleh di bilang tidak terlalu banyak, diantara nya ada Kampung Raja, Taman Aci, Taman anggrek, Hutan Kota, Hutan Pinus, Candi Muaro Jambi, Citra Raya world of water, Taman rimba/ “zoo park” and beberapa swimming pool.

Rumah adalah Tujuan Dari Segala Arah

Kemanapun kamu pergi pasti akan kembali ke “Rumah”.

Berbicara mengenai rumah dan keluarga, ingatanku kembali pada beberapa tahun lalu. Dimana sebagian anggota keluar besar kami belum berpulang ke pangkuanNya.

Rumah nenek, adalah tempat kami berpulang. Makwo, pakwo, kakak, abang, yang tinggal berbeda kota dengan nenek pasti berkumpul ketika lebaran. Yah di Rumah nenek. Itu memang sudah Tradisi dari keluarga kami. Memang tradisi ini tidak hanya terjadi pada kotaku atau pun keluargaku. Tapi kebersamaan dari setiap kota pasti berbeda rasanya. Benar?

Perihal Keluarga sebenarnya…

Entah harus mengucap syukur yg bagaimana untuk sekarang berada disini. Bukan di istanbul turki dg 2 paduan budaya besar asia dan eropa, atau Paris tempat tujuan seluruh umat untuk di kunjungi. Saya bersyukur untuk di lahirkan di keluarga yang sederhana di tanah sepucuk jambi sembilan lurah , dengan warga yg terkenal akan kegotong royongan dan keramahannya.

Rumah dan keluarga menurut saya adalah satu kesatuan yang membuat kamu selalu ingin berada disana, jika semesta terlalu letih untuk kau jalani, rumah dengan orang-orang yang kau sayangi (entah itu sedarah atah tidak) didalamnya akan menjadi tempat paling nyaman untuk setidaknya melepas sedikit penat. Menurut saya juga, rumah bkan sekedar tempat tinggal tapi jauh lebih dari tempat hatimu tinggal tempat diman kau di terima dengan segala kurang dan lebih, dan keluarga adalah orang-orang yang mampu menerima itu semua tak peduli salah mu sebanyak apa, tak peduli jika dunia menjauhi mu mereka akan dengan terbuka membantu dan pertama kali menolong mu. Lebih dari itu keluarga adalah orang2 yang menyayangimu tanpa syarat. Keluarga bukan saja orang2 yg sedarah denganmu, bahkan juga yang tak sedarah.

Belakang Mega Sebutannya

Berbicara mengenai lalu lintas, 
Foto diatas saya ambil ketika menemani ibu berbelanja disebuah kawasan toko-toko lama. 
Bisa dilihat bangunan lama, jalan yang sempit, badan jalan yang telah diambil menjadi lahan parkir serta pengemudi yang tidak sabar untuk menjadi paling depan. 

Yah!! Ini adalah salah satu pusat lalu lintas yang sering mengalami macet. Selain jalan yang tidak terlalu besar, karena ini memang bukan jalan utama. Disamping itu juga badan jalan yang telah di ambil menjadi lahan parkir adalah salah satu penyebab kemacetan yang terjadi.

Kami biasa menyebut kawasan ini adalah Belakang Mega, sebuah kawasan yang menjual dari yang namanya tas, barang elektronik, makanan khas, bahan masakan dan lain-lain. 

Jalan belakang mega ini sudah lama ada. Dan termasuk kawasan jalan terlama di Jambi, dahulu kawasan ini banyak sekali bangunan-bangunan tua. Sampai sekarang pun dikawasan jalanan ini bangunan lama masih terlihat sangat jelas. Pemerintah kota mewajibkan melestarikan bangunan disekitaran jalan ini agar terlihat aslinya. 

Ketika malam hari, dikawasan jalan belakang mega ini. Banyak sekali burung-burung kecil yang hinggap di kabel-kabel yang menghubungkan dari satu gardu ke gardu yang lain. 
Sunyi dan indah sekali ketika temaram lampu jalan. 

Kapan-kapan kalo kejambi nikmatilah menelusuri kawasan Belakang Mega ya :)

Salam dari Jambi

Asiltawani



Berbicara mengenai lalu lintas,
Foto diatas saya ambil ketika menemani ibu berbelanja disebuah kawasan toko-toko lama.
Bisa dilihat bangunan lama, jalan yang sempit, badan jalan yang telah diambil menjadi lahan parkir serta pengemudi yang tidak sabar untuk menjadi paling depan.



PosCinta. Powered by Blogger.