Showing posts with label Cirebon. Show all posts
Showing posts with label Cirebon. Show all posts

Cirebon, Investasi dan Perbankan!

Aduh, aku kelewat untuk posting kuliner kotaku. Gak apa-apa, deh. Masih ada tema lain. Mumpung weekend, aku lanjut lagi, ya?

Menyangkut persoalan pekerjaan sehari-hariku juga, kayaknya bakal panjang, pokoknya panjang. Halah... Iya, iya, aku cuma seorang Banker di kota Cirebon. 

Di kotaku ini tidak terlalu banyak lapangan pekerjaan yang sesuai dengan bidangnya, karena aku adalah lulusan pertanian. Selain perbankan, ada juga di bidang distributor dan pabrik pembuatan bahan pakan dan pangan tertentu. Eh, sama PNS juga, sih.

Lalu, sebagai seorang perbankan kerjaannya seperti apa?

Untungnya, aku bukan yang harus selalu berhadapan dengan nasabah. Aku bekerja di balik meja, hmm...tepatnya sebagai back office yang mengurusi masalah KPR.


Dendang Cerita Warung Pojok di Pasar Kanoman

*kring-kring*
Udah siap aku ajak jalan berkeliling kota Cirebon lagi? Sebelumnya, aku kasih lantunan instrumen khas dari kotaku ini.


Itu adalah lagu dari warung pojok asli dari Cirebon, kalau liriknya begini:

"Akeh wong padha kedanan masakan,
akeh wong padha kelingan pelayan
Ora klalen kesopanan ning sekabeh lelangganan
Yen balik tas jalan-jalan mingguan
mumpung bae tas gajian kaulan
Warung Pojok go ampiran etung-etung ke kenalan
Tobat dhendhenge emi rebuse,
Sega gorenge dhaginge gedhe gedhe
Adhuh kopie, tobat bukete
Adhuh manise persis kaya pelayane
Pura-pura mata mlirik meng dhuwur
padhahal ati ketarik lan ngawur
Nginum kopi mencok nyembur kesebab
nyasar meng cungur
Tobat dhendhenge emi rebuse
Sega gorenge dhaginge gedhe gedhe
Adhuh kopie tobat bukete
Adhuh manise persis kaya pelayane"

Yuk, ke Balai Kota?

Yuk, aku ajak keliling Cirebon?

Sambil bercerita tentang kotaku ini, semoga menikmatinya, ya.

Jangan heran kalau berkunjung ke Cirebon dengan suhu yang panas, karena lokasinya memang di dekat pantai utara. Yak, dengan sedikit debu. Tapi bukan debu-debu intan yang dikeluarkan sama Cygnus Hyoga. Halah...

Namanya juga di pantura, pasti panaslah?!

Anggapan demikian gak sepenuhnya salah, tapi sayangnya Cirebon "begitu adanya". Adanya panas, ya memang panas. Bahkan, aku lebih memilih untuk tinggal diam di rumah ketimbang harus keluar. Mungkin, lebih baik malam hari, ya?

Pernah beberapa temanku bilang, "tinggal di sini gerah, sehari sampai 5 kali mandinya". Jelas, si teman dulu pernah tinggal di daerah dataran tinggi. Hellaw...

Begini, deh. Kadang aku kalau mengajak teman keluar lebih enak di malam hari dibandingkan siang atau sore hari. Beberapa tempat memang dijadikan tempat berkumpul, selain kafe dan mall.

Gak kayak Jogja yang tiap sudut menyapaku bersahabat. Di Cirebon, disapa dengan "kirik". Iya, maklum, kata itu sebenarnya kasar, dengan arti "anjing". Apalagi kalau tempat kumpulnya anak-anak muda. Wajar sih, tiap kota pasti ada, kan lain ladang lain belalang.

Mari aku ajak ke...


Balaikota!

Alun Alun Kota

Halo semuaa.. Setelah gagal ikut posting perdananya #30HariKotakuBercerita hari ini saya mau ikutan. Better late than never kan? Hehe. Tema di hari kedua saya ikutan #30HariKotakuBercerita adalah ruang publik, ehiya btw asal kota saya adalah Cirebon. Coba liat peta deh dimana letaknya Cirebon, masih ada kok di peta, serius.
image
Mmm ruang publik ya di Cirebon? Menurut saya sih di sini belum terlalu banyak ruang publik yang bisa dipakai sama warganya. Ya bukannya gak ada sih, ada tapi ya cuma masih kurang aja (cc: bapak walikota Cirebon, hehe). Salah satu ruang publik yang sering dan lumayan ramai adalah Alun-Alun Kejaksan. Alun-alun Kejaksan ini letaknya di tengah kota Cirebon, persis di dekat masjid At-takwa dan dekat dengan almamater SMP saya dulu, SMP Negeri 1 Cirebon (pentinggg hahaha).
Di alun-alun kejaksan banyak juga kegiatan warga yang dilakuin, dari cuma sekedar duduk-duduk galau mandangin lapangan yang luas itu sampai pacaran disambi makan es duren yang wuenak di situ. Alun-alun Kejaksan ini waktu jaman saya sekolah masih agak kurang terawat, dulu tanahnya masih pasir gitu. Jadi kalau musim kemarau datang, diimbangi adanya angin wuiihhh itu bakal jadi tempat yang sepi karena bakal banyak debu di situ. Eitsss tapi itu duluu.. Sekarang udah di paving block, rumput-rumput liar juga udah dirapihin, jadi makin banyak aja kegiatan warga yang dilakuin di situ. Cuma yaa di sekitaran alun-alun situ masih banyak yang perlu ditata sih, semisal sungai yang di deket alun-alun dibersihin lagi karena baunya lumayan menyengat. Alun-alun kota sebagai ruang publik juga harus sama-sama dijaga biar gak banyak yang buang sampah sembarangan. Biar makin asri, makin nyaman buat semua yang berkegiatan di situ.
Cirebon masih butuh ruang publik lagi untuk warganya supaya mau berkegiatan di luar rumah. Kegiatan positif yang dilakukan bisa menumbuhkam banyak energi positif baik buat diri sendiri maupun manfaatnya buat orang lain di sekitar. Yuk main ke Cirebon dan berkunjung ke ruang publik di kota kecil iniiii :)



Pesan Ikonik dari Cirebon

*kring-kring*

Waktunya bercerita...

 
Selamat datang di Cirebon!

Kotaku yang bisa ditempuh dalam waktu 3 jam dari Jakarta menggunakan kereta api bahkan bisa lebih cepat dari itu jika melalui jalan tol Cipali yang panjang menggunakan mobil. Sayangnya, moda transportasi udara belum ada di kotaku ini.

PosCinta. Powered by Blogger.