Curhat Kesawan, Pusat Kota Medan
Woi, Wak! We, Lek! Gitulah kalo anak Medan menyapa temannya.
Jangan terlalu berharap dipanggil dengan nada lembut nan halus sama
muda-mudi kota ini, ramah versi kami ya, keras kek gitu! Ko terima
ajalah ya, Wak.
Kenalkan, namaku Kesawan. Baru kenal awak iya? Tapi, pasti kelen tau
kan, kota Parisj van Java itu ada di mana? Iya, di Bandung. Tapi, ini
kan, cerita anak Medan, jadi udah pasti yang dibahas soal Parisj van Sumatra. Nggak percaya ko, Lek?
Sebutan Paris sebagai kota paling elok di Eropa pada zaman kolonial saat itu, emang disematkan pada Medan karena rupanya yang maju dengan sederet bangunan bercorak art deco Eropa. Bukan bangunan berarsitektur Belanda aja, tapi juga bangunan-bangunan bergaya Inggris. Meskipun bentuknya nggak sebaik dulu, tapi sisa bangunan tua yang artistik tersebut masih bisa kelen tengok sikit-sikit sekarang ini. Cak tengoklah aku, Kesawan yang "katanya" bagian pusat kota Medan.
Sebutan Paris sebagai kota paling elok di Eropa pada zaman kolonial saat itu, emang disematkan pada Medan karena rupanya yang maju dengan sederet bangunan bercorak art deco Eropa. Bukan bangunan berarsitektur Belanda aja, tapi juga bangunan-bangunan bergaya Inggris. Meskipun bentuknya nggak sebaik dulu, tapi sisa bangunan tua yang artistik tersebut masih bisa kelen tengok sikit-sikit sekarang ini. Cak tengoklah aku, Kesawan yang "katanya" bagian pusat kota Medan.
![]() |
Wajahku di tahun 1920-an
|

